Pilihan Akal Sehat adalah Prabowo Subianto

Memilih calon pemimpin haruslah dengan cara menggunakan akal sehat atau nalar yang baik

Dalam kontestasi pilpres 2019, peserta hanya diikuti oleh dua pasangan capres, satu adalah capres petahana atau yang sedang menjabat dan kedua yang dipilih adalah capres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (PAS)

Memilih dari dua pasang calon presiden sebenarnya sangatlah mudah, apabila memakai akal sehat dan nalar yang baik

Ini adalah memilih calon pemimpin negara dan bukan memilih calon idola dengan hanya modal cinta buta serta asal suka semata

Memilih calon pemimpin, bagi calon petahana adalah soal evaluasi kinerja kepemimpinan

Gunakan akal sehat dan nalar berpikir kita, jauhkan rasa cinta buta dan asal suka karena suara kita akan menentukan nasib bangsa lima tahun kedepannya

Bagaimana cara kita mengetahui nasib bangsa lima tahun kedepannya, cara yang paling mudah adalah evaluasi dengan gunakan mata hati serta objektivitas pemikiran yang kita miliki terhadap kinerja lima tahun sebelumnya dan ini berlaku kepada calon petahana

Calon petahana telah memiliki track record serta memiliki jejak digital kepemimpinan selama lima tahun menjabat, dan ini menjadi catatan untuk keterpilihannya periode berikutnya

Apakah tingkat kepuasaan serta kapasitas yang diberikan sesuai kebutuhan bangsa kedepannya

Evaluasi dengan akal sehat serta nalar yang baik menjadi solusi

Bukan karena alasan cinta buta serta asal suka maka kita tidak gunakan akal sehat kita hingga kita matikan nalar berpikir kita terhadap sosok pemimpin

Tengoklah kondisi beban hutang luar negeri, kebijakan pro impor yang masih menjadi opsi, kegaduhan yang hampir tiap waktu terjadi

Lalu kebiasaan meralat kebijakan hingga tidak hadirnya negara dalam pilih tebangnya penegakkan hukum

Belum lagi evaluasi janji-janji kampanye 2014 sewaktu maju menjadi calon presiden dan dilihat pada lima tahun kepemimpinan, sudahkan sesuai janji-janji ataukah justru jauh dari janji yang dikampanyekan

Bagi calon petahana, seharusnya bukan lagi berjanji karena sudah menjalankan kepemimpinan, yang ada adalah menagih janji yang tidak terbukti disisi itulah evaluasi kepemimimpinan seharusnya terjadi

Intergritas dan legitimasi kepemimpinan adalah soal bukti sudahkah sesuai janji, diluar itu akan terlihat bagaimana sosok pemimpin itu sebenarnya, apakah hanya sekedar polesan media ataukah memang sosok pemimpin sesuai bukti

Opsi pilihan akal sehat dan nalar berpikir kini hanya ada pada sosok Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, mengapa?

Setelah semua hasil evaluasi kinerja kepemimpinan telah kita lihat dan jadi catatan sudah seharusnya menjadi bahan pemikiran untuk mengambil keputusan

Logikanya kalau sudah kecewa dan tidak puas atas kepemimpinan yang ada, buat apa kepemimpinan tersebut dipertahankan, maka opsi yang paling tepat adalah pilih calon pemimpin yang baru dan membawa arah perubahan, nama Prabowo Subianto adalah opsi tersebut

Kontestasi kali ini hanya diikuti dua pasang capres, opsinya cuma dua

Tetap dengan opsi petahana dengan segala evaluasi kinerja kepemimpinan yang ada, atau pilih yang ke-dua, opsi bersama calon presiden prabowo Subianto dengan harapan perubahan yang tetap ada

Disinilah akal sehat dan nalar berpikir yang baik dibutuhkan, karena ini terkait nasib bangsa bukan sekedar nasib golongan kelompok atau relawan seperti yang sudah terjadi (presiden lebih memilih golongan kelompoknya dan relawannya sendiri)

Prabowo Subianto adalah opsi akal sehat lantas masihkah memilih calon lain yang sudah terbukti menjual pencitraan diri serta jauh bukti dari janji sehingga kita harus matikan nalar berpikir kita sendiri

 

Bang dw

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s